Rabu, 26 Maret 2014

10 Makanan Alami Pemutih Kulit Badan Dan Wajah




1. Lada Manis (Paprika)
Paprika adalah salah satu bahan alami yang bagus untuk facial wajah Anda, dengan membuat masker dari olahan paprika Anda bisa memutihkan wajah Anda, dimana masker paprika ini bisa meningkatkan sirkulasi aliran darah di dalam wajah. Anda bisa menghancurkan (mem-blender) paprika merah atau hijau untuk menghasilkan pasta atau krim sebagai masker wajah. Oleskan pada wajah Anda dan kemudian biarkan selama lima belas menit, kemudian bersihkan wajah Anda dengan air dingin. Dengan krim alami ini sel-sel kulit wajah Anda dapat lebih sehat dan pastinya wajah putih alami bisa Anda dapatkan.

2. Yogurt
Yogurt ternyata bisa memberikan kelambapan untuk kulit wajah Anda. Dengan mencampur sedikit madu dan kemudian oleskan pada kulit wajah Anda, biarkan selama 10 menit kemudian bisa dibersihkan dengan air. Masker berbahan yogurt ini bisa menghaluskan kulit wajah Anda, pastinya kulit wajah putih nan halus adalah dambaan semua orang.

3. Chamomile
Chamomile memang biasa dijadikan teh. Namun bunga ini bisa berfungsi sebagai bahan alami untuk mencerahkan kulit wajah. Chamomile juga memiliki banyak kandungan untuk mengatasi mata yang bengkak. Anda hanya perlu mencelupkan kantong teh ke dalam air panas, dan biarkan sampai dingin. Kemudian, tempelkan kantong teh pada mata. Lakukan hal ini selama dua minggu untuk melihat hasilnya.

5. Susu
Anda pasti sudah mendengar tentang manfaat mandi susu. Tetapi bila mandi susu dirasa terlalu repot, cukup gunakan susu untuk membasuh muka. Susu memiliki banyak bahan yang dapat mengurangi bintik-bintik hitam pada wajah, dan meningkatkan warna kulit dengan cara yang sempurna. Tuang beberapa tetes susu pada kain pencuci muka, lalu gunakan kain tersebut untuk menggosok wajah dengan lembut. Susu akan menghilangkan sel-sel kulit mati yang menutup wajah, dan memberikan warna yang baru. 

6. Minyak alpukat 
Banyak perempuan yang malas membersihkan wajah sebelum tidur, karena merasa sudah begitu lelah. Nah, minyak alpukat dapat membantu Anda yang tak sempat mencuci muka sebelum tidur. Minyak alpukat ini secara efektif membantu menghilangkan sisa-sisa riasan wajah. Setelah menghapus sisa make-up, gunakan tisu untuk menyerap kelebihan minyak yang tertinggal di wajah. 

7. Jeruk nipis dan putih telur 
Putih telur sering disebut mampu mengencangkan kulit wajah. Untuk memperbaiki warna kulit, campurkan perasan jeruk nipis dengan putih telur. Gunakan bahan ini sebagai masker wajah. Oleskan masker jeruk dan putih telur ini ke wajah, lalu biarkan mengering sendiri. Setelah 5 - 10 menit, basuh muka Anda dengan air dingin. Hasilnya bisa Anda lihat setelah rutin melakukan hal ini paling tidak seminggu.

8. Almond
Almond dapat membantu mengurangi kegelapan warna kulit, sehingga kulit akan terlihat lebih terang. Cara praktis dan alami untuk menggunakan almon untuk memutihkan kulit adalah dengan mencampurkan almon dengan susu dan sedikit kunyit. Caranya, pada pagi hari, rendam 4-5 biji almond dan satu ruas kunyit dalam susu cair. Pada malam harinya, keluarkan kunyit, lalu haluskan almon dalam susu tersebut hingga terbentuk pasta. Oleskan campuran ini pada wajah dan leher dan biarkan semalaman. Setelah itu, pada pagi harinya bilas dengan air dingin dan bersihkan. Untuk hasil yang optimal, lakukan cara ini 2 minggu sekali.

8. Tomat 
Tomat kaya akan vitamin C yang bermanfaat untuk memutihkan kulit. Banyak kosmetik pencerah kulit yang memakai ekstrak tomat sebagai bahan aktifnya. Nah, jika Anda ingin memakai tomat segar sebagai pemutih kulit, ambil tomat berukuran besar lalu parut. Tambahkan 2-3 tetes air perasan lemon dan beberapa tetes air mawar, aduk hingga rata. Oleskan pada wajah dan leher dengan kuas, diamkan selama 15 menit,lalu bilas. Lakukan cara ini setidaknya seminggu sekali. 

9. Pepaya
Pepaya yang berwarna hijau atau oranye dapat berkhasiat mencerahkan kulit. Pepaya hijau mengandung enzim papain yang ideal untuk memutihkan kulit. Caranya, ambil satu sendok makan pepaya hijau (pepaya yang masih mangkal) yang telah dihaluskan, dan satu sendok makan pepaya masak, campurkan. Oleskan pada wajah dan biarkan selama 15 menit, lalu bilas. Lakukan cara ini setiap hari untuk hasil yang optimal.

10. Kentang
Kentang ternyata dapat bermanfaat untuk memutihkan kulit, lho. Jus kentang dapat digunakan sebagai pemutih alami bagi kulit kita. Caranya, parut satu buah kentang dan tambahkan satu sendok teh madu, campur lalu oleskan pada kulit wajah dan leher. Diamkan selama 20 menit, lalu bilas dengan air. Ramuan ini cocok untuk semua jenis kulit.

Puisi Untuk Bunda

Semua telah kau berikan
untuk sebuah ikatan yang takkan terpisahkan
ku takpernah bisa membalas apa yang telah kau berikan

IBU...
maafkan aku bila ku tak bisa menjadi yang kau inginkan
ku taksempurna bila kau sayang

aku memang perlu kau
kau selalu menemani perjalanan hidup ku
kaulah semangat jiwaku, semangat hidup ku
kaulah nyawa ku

semakin kau jauh
semakin ku jatuh
semakin kau dekat
semakin ku bangkit

kaulah pelita dan arah disetiap waktu ku
tampa kau
ku takbisa berjalan untuk meraih impian
terimakasih ku pada mu... IBU

Ayah Segalanya Untukku (puisi)




Ayah..
Beribu kata telah kau ucapkan..
Beribu cinta tlah kau berikan ..
Beribu kasih telah kau curahkan..
Hanya untuk anak mu..

Ayah..
Kau ajarkan ku tentang kebaikan..
Kau tunjukan ku tentang arti cinta..
Kau jelaskan ku tentang makna kehidupan..
Dan kau mendidik ku dengan sungguh kasih sayang..

Ayah..
Betapa mulianya hati mu..
Kau korbankan segalanya demi anak mu..
Kau banting tulang hanya untuk anak mu..

Kini ku berjanji untuk semua kerja keras mu..
Ku berjanji untuk semua kasih sayang mu..
Dan ku berjanji untuk ketulusan hati mu..
Bahwa aku akan selalu menjaga mu..
Aku akan selalu menyayangi mu hingga akhir hiup ku..

Terima kasih ayah untuk semua kasih sayang mu..

Sahabat terbaikku (puisi)





Sahabat ...
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepada mu sahabat..

Semua kenangan - kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala

Sahabat...
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.

Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama..

Ya Tuhan...
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya

Rasa cintaku (puisi)


Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong...
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang...
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku...
Engkau sungguh membuatku tak mengerti...
Rasanya hatiku jadi tak menentu...
Untukku kau sangat berharga...
Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu...

Aku sangat mencintaimu
Namun kau tak pernah sadari itu
Walau perih hati ini...
Aku disini kan selalu setia menantimu...
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu...


Sepucuk Surat



·         “Surat lagi!” seruku
Ini kali keduanya aku mendapatkan potongan surat, aku mencari nama pengirim dan sama seperti potongan surat yang pertama tidak ada nama pengirimnya. Aku kepikir kalau pengirim potongan surat yang kedua ini sama dengan yang pertama.
“Kenapa sayang?” tanya mama
“Ada surat lagi ma” jawabku
“Dari siapa fan?” tanya mama lagi
“Nggak tau ma” kataku, “nggak ada nama pengirimnya”
“Mungkin dari fans kamu” tebak mama.
Fans? Nggak mungkin lah. Aku menyimpan potongan surat kedua ini dengan yang pertama, aku semakin penasaran siapa yang mengirim potongan surat ini. Misterius banget.
“Aduh, kesiangan lagi” ucapku dengan nada yang kesal, aku pun harus buru-buru mandi dan pakai seragam sekolahku.
“Ma, aku berangkat ya” kataku dan langsung mencium pipinya
“kamu nggak mau diantar aja?” tanyanya
“Nggak ma” jawabku

Sekarang aku memang lebih memilih angkutan umum ke sekolah karena aku nggak mau merepotkan mereka.
Akhirnya, aku sampai juga di halte busway, setelah mendapatkan tiketnya aku langsung mecarinya. Itu dia.
Sebenarnya, ini alasan utama aku menggunakan angkutan umum.
“Untung masih ketemu” batinku

Dia terlihat lebih cool sekarang, rasanya senang banget masih bisa ketemu. Nggak sia-sia juga usahaku yang terburu-buru berangkat dari rumah hanya untuk bisa bertemu dengannya.
Aku memutuskan duduk di sampingnya yang kebetulan kosong sembari menunggu busnya. Aku memainkan HP ku untuk menghilangkan rasa saltingku.

Aku hanya bisa memandangnya karena aku sendiri nggak dekat dengannya, bukan hanya nggak dekat tahu namanya nggak, memang nasib ya. Aku hanya tahu kalau dia anak SMA Cendrawasih itu pun karena seragam yang dia gunakan.
Setelah menunggu hampir 15 menit, akhirnya bus yang ditunggu datang juga. Saat dia beranjak dari duduknya aku pun ikutan beranjak. Aku mencoba untuk menyamakan langkahku dengannya sehingga seolah-olah aku berjalan di sampingnya.
Aku tidak mengharapkan banyak hal darinya yang aku mau hanya berkenalan dengannya tapi kenapa mulut ini terasa kaku untuk memanggilnya. Dan yang paling membuat aku bahagia karena sekarang aku bisa duduk bersebelahan dengannya.
“Hai fan” sapa sahabat
“Hai cyn” sapa balik
“Gimana?” tanyanya
“Gimana apanya” ucapku bingung
“Cowok yang buat lo penasaran” kata cynthia
“Oh itu” responku, “tadi aku satu bis lagi”
“Cie-cie” ucapnya, “udah tahu namanya belum?”
“Belum” jawabku, “gimana mau tahu namanya kenalan aja belum”
“yahh, gimana sih fan” kata cynthia yang terlihat kecewa, “udah 3 bulan tapi belum ada perubahan”
“Mau gimana lagi” ucapku
“Lo sih yang terlalu lemot” katanya.

Hari ini aku kurang konsentrasi, pikiranku melayang padanya terlebih saat aku mengingat ucapan Cynthia yang mengatakan aku terlalu lemot. Emang sih bukan hanya Cynthia yang bilang aku lemot, banyak teman-teman aku yang bilang.
“Stefany” ucap pak leo, “jangan bengong”
“Iya pak” kataku
“Cyn, aku pulang duluan ya” pamitku
“Oke” katanya, “hati-hati”
“Pasti” ucapku
Aku mempercepat langkahku menuju halte busway rasanya ingin cepat-cepat sampai di rumah. Aku mau menenangkan diri
“Huffh” desahku

Sepertinya hari ini pikiranku lagi error karena saat membalikkan badan seolah-olah aku melihat dia disana sedang duduk sembari mendengarkan musik dari handphonenya.
“mba” sapa petuganya
“Iya mas” ucapku
“Tiketnya” katanya
“Oh iya” ucapku sembari memberi tiketnya, “maaf ya mas”

Aku kembali mencoba melihat ke arah bangku itu ternyata dia masih ada, mungkin sekarang aku sedang bermimpi sehingga aku mengucek mataku, mencoba membangunkanku dari mimpi, tapi ternyata dia masih ada.
“Ini bukan mimpi” batinku senang

Di dalam bus aku kembali duduk bersebelahan dengannya, 20 menit kemudian aku pun sampai di halte tempat aku turun. Dan sebelum keluar dari bus aku melirik padanya, dia masih tidur.
“Ganteng banget” ucapku pelan

Aku bergegas ke rumah, setelah mengganti seragam sekolahku aku langsung tidur. Aku Cape.
“Jam berapa ni” ucapku kembali mengucek mata. Aku melirik ke arah jam dinding, ya ampun jam 5. Wah hampir 3 jam aku tidur.
“laper” kataku dan berpikir untuk keluar mencari makan
“Ma, aku keluar bentar ya” pamitku
“Kamu mau kemana?” tanya mama
“Beli nasi goreng” ucapku

Saat membuka pintu, aku menemukan potongan surat lagi dan lagi-lagi nggak ada nama pengirimnya.
“lagi-lagi nggak ada namaa pengirimnya” ucapku
“Dapet surat lagi?” tanya mama yang sudah ada di sampingku
“Iya ma” jawabku, “mama tahu nggak siapa yang ngirim”
“Mama nggak tahu sayang” ucap sang ma
“kira-kira siapa ya ma” kataku
Mama hanya menggeleng, “kamu nggak jadi beli nasi goreng”
“Nggak ma” ucapku

Keesokan harinya aku menceritakan pada Cynthia saat aku mendapatkan potongan surat misterius ini.
“Dari fans lu kali” tebak Cynthia
“Fans?” ucapku mengulangi, “nggak mungkin”
“Kenapa nggak mungkin fan” kata Cynthia
“Emang ada cowok yang mau sama cewek lemot kayak aku” ucapku
“Mungkin aja ada” kata Cynthia

Di kantin aku hanya memikirkan soal potongan surat itu dan setelah aku pikir-pikir, aku sadar kalau potongan-potongan surat itu selalu aku temukan di sore hari. Dan hari ini aku bermaksud mencari tahu.
“Cyn, aku pulang duluan ya” pamitku

Hari ini aku berniat untuk tidak tidur siang karena aku mau tahu siapa yang mengirimnya. Jadi aku menghabiskan waktuku dengan menonton TV.
“Kamu nggak tidur fan?” tanya mama
“Nggak ma” jawabku

Belum ada setengah jam rasa kantuk sudah menyerangku, aku mencoba untuk menahannya tapi nggak bisa hingga akhirnya aku tertidur.
“Fan, bangun sayang” ucap mama
“Ma, sekarang jam berapa?” tanyaku
“jam 6″ jawab mama
“Ha?” ucapku kaget

Dengan terburu-buru aku berlari ke arah pintu dan dugaan aku benar. Aku kembali mendapatkan potongan surat hanya kali ini aku bukan hanya mendapatkan potongan surat saja, aku juga mendapatkan nasi goreng. Makanan kesukaanku.
“Telat deh” ucapku
“Potongan surat lagi?” Tanya mama
“Iya ma” jawabku, “bukan hanya potongan surat ma”
“Memangnya kamu dapat apa lagi?” Tanya lagi
“Dia ngasih aku nasi goreng” jawabku
“Itu kan makanan kesukaan kamu” ucap mama

Aku hanya mengganngguk dan kembali ke kamar. Aku menyatukan potongan surat yang keempaat ini dengan potongan surat yang lain. Aku memandangi nasi goreng ini dan memutuskan untuk mencicipinya.
“Enak” ucapku

Mungkin karena lapar juga aku menghabiskan nasi goreng ini tanpa ada sisa ditambah rasa dari nasi gorengnya juga enak.
“Lo dapat potongan surat lagi?” tanya Cynthia
“Iya” jawabku
“Terus nggak ada nama pengirimnya lagi?” tanya lagi
“Yah begitulah” ucapku
“Benar–benar misterius itu orang” katanya
“Pokoknya aku harus cari tahu siapa pengirimnya” ucapku
“Gimana caranya?” tanyanya
“Aku selalu mendapatkan potongan surat ini sore hari” jawabku
“Terus” ucap Cynthia
“Aku yakin kalau dia meletakkan surat ini di depan pintu rumahku sewaktu aku tidur”
“Jadi maksud lo…” kata Cynthia yang mulai mengerti
“Iya aku nggak akan tidur hari ini” ucapku
“Serius bisa?” kata Cynthia, “kemarin aja lo ketiduran”
“Aku yakin pasti bisa” ucapku optimis

Sesampai di rumah aku langsung menonton TV tanpa mengganti seragam sekolahku.
“Ma” pangilku
“Kenapa sayang?” tanya mama
“Mama ada kopi nggak?” ucapku
“Buat apa?” tanya mama yang kelihatan bingung
“Buat diminum lah ma” jawabku
“Ada” ucap mama, “mama buatin ya”

Untuk menghilangkan rasa ngantuk aku melakukan berbagai cara termasuk kopi dan hasilnya lumayan memuaskan.
Setelah menunggu hampir 2 jam aku mendengar suara langkah kaki dan tan panjang aku langsung membuka pintu. Dan ternyata.
“Kamu” ucapku kaget. Dan aku melihat di tangannya ada potongan surat, “jadi potongan surat itu kamu yang ngirim”

Dia memberikan potongan surat itu padaku. Aku langsung membaca dan akhirnya aku tahu maksud dia mengirim potongan surat-surat itu.
“Ini aku bawa bunga mawar” ucapnya, “bunga kesukaan kamu kan?”
“Kau tahu dari mana?” tanyaku
Dia nggak menjawab apa–apa, tapi “aku Steven” ucapnya menjulurkan tangan
Aku pun membalasnya, “Stafany”

Sekarang aku merasa lega dan puas, ternyata dia juga ingin berkenalan denganku. Aku akan memberitahu Cynthia besok kalau aku sudah tahu siapa nama cowok yang selalu aku temui di halte Busway, dia adalah orang yang mengirim sepucuk surat ini. Aku kembali membaca potongan-potongan surat ini yang telah ketempel menjadi satu.
1. Awalnya aku biasa saja melihatmu nggak ada hal yang menarik darimu. Tapi sekarang sudah satu bulan aku hanya memperhatikanmu, memperhatikan tingkah lakumu yang konyol yang selalu mengundang rasa penasaranku untuk lebih mengenalmu.
2. Ini adalah potongan surat yang kedua. Aku selalu meletakkan potongan surat ini dengan penuh rasa takut di depan pintu rumahmu. Ingin rasanya aku mengetuk dan memberikan langsung surat ini padamu tapi sayang aku terlalu takut untuk melakukannya.
3. Potongan surat ketiga ini, aku hanya ingin memberitahukan padamu kalau aku selalu mencari tahu tentangkamu dari orang lain. Aku ingin lebih mengenalmu. Hanya dengan cara ini lah aku bisa mengenalmu.
4. Saat aku tahu makan kesukaan kamu nasi goreng aku sedikit kaget, tapi itu nggak jadi masalah justru menjadi sebuah keuntungan untuk aku karena aku nggak ribet untuk membuatnya.
5. Aku berharap ini adalah potongan surat terakhir. Aku telah menjadi orang yang misterius untukmu. Aku nggak mau membuat menjadi takut. Aku akan mencoba untuk memberanikan diriku sendiri untuk berkenalan secara langsung denganmu.

Arti Sebuah Waktu

Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.

Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah hayalannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.
“Baik nek”, kata wanita tadi.

Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.

Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.